AYAHKU
Sabtu, 1 Maret 2008
anangprihandoko
A Y A H
S. POERWOKO HADIWIDJONO
Masih lekat terbayang kasih ayahku ………. masih terdengar jelas hembusan nafas ayahku saat mengayuh sepeda Hummber hijau tuanya demi untuk membahagiakanku mengajak jalan-jalan bersilahturahmi ketempat mBokde Tolok yang jaraknya cukup jauh untuk ukuranku saat itu ………. masih tercium bau harum tanah kering yang sedikit basah karena tersiram hujan saat kududuk bersama ayah dan adikku dibawah pohon Trembesi yang tumbuh besar didepan rumahku sambil menunggu mobil-mobilan dari kulit jeruk dan sabut kelapa buatannya ………… masih terdengar dengan jelas derap langkah kaki ayahku dijalan berdebu dan berbatu saat ayahku mengajakku tuk kekota hanya untuk menyenangkanku ………. masih tergiang dengan jelas dialog tokoh-tokoh dalam dongeng yang ayahku gunakan tuk pengantar tidurku……Aku menjadi malu atas segala ketulus iklasan kasih sayangmu karena aku kadang masih suka teriak pada anak-anakku hanya karena lupa menutup pintu mobil tuaku …….. Anakku MIRA HANDOKO dan TIARA HANDOKO maafin Ayah yaaaaa…….. (Kalau saya renungkan kok orang tua jaman dulu dengan segala keterbatasannya jauh lebih bermutu dan memiliki kasih sayang yang tulus iklas ya , la sekarang sudah ada manajemen emosi sudah ada emotional quotient kok ya masih susah ya mempraktekannya …… walah angele ngasembling kata-kata sing apik …. wis ben ngene disik wae mengko diedit menehlah).
Entry Filed under: Uncategorized
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
Latif Khan | Kamis, 6 Maret 2008 at 3:24 pm
lek lek….opo….iki