TRANSMISIKU

Senin, 31 Maret 2008 anangprihandoko

Tags: , ,

O P T I M A L I S A S I M A T I K

OTOMOTIF

Bagaimana sebaiknya memakai transmisi otomatik secara baik dan benar, untuk memahami teknologi transmisi ini dapat diperoleh dari berbagai sumber dan media yang biasanya disajikan berupa tips ringan atau ulasan ringkas, melalui tulisan ini saya bermaksud sedikit melibatkan diri menyajikan informasi mengenai teknologi matik ini.

Dari tahun ke tahun permintaan dan perkembangan transmisi matik pada mobil terus meningkat, kemacetan kadang menjadi alasan utama memilihnya, namun masih sedikit pengguna yang mampu memaksimalkan kemampuan transmisi matiknya dan buru-buru memberikan komentar bahwa mobil bertransmisi matik kurang responsif, karena tidak jarang pengendara hanya memanfaatkan posisi D (drive) dan terus menginjak pedal akselerator atau rem saat berkendara.

Tidak responsif,lemah ditanjakan, sulit menyalip/ mendahului dan engine brake yang kurang menggigit saat meluncur dijalan menurun sepertinya dianggap sudah menjadi resiko memilih teknologi ini, padahal semua itu sama sekali tidak benar, oleh karenanya teknologi ini perlu dipahami dan dioptimalkan kinerjanya.

Pada mobil yang mengaplikasi transmisi otomatik biasanya terdapat code-code baik berupa Huruf maupun Angka yang tertera di dekat tuas transmisi (Gear Selector) dan beberapa mobil juga berupa indicator di dasboard :

P : park , untuk parkir;

R : reverse, untuk mundur;

N : neutral ;

D : drive, untuk maju;

2 : transmisi hanya aktif di gear 1 dan 2

L : low, gear terendah (sama dengan gear 1 )

Dilluar code –code diatas ada pula angka 3, 2, 1, atau L (low) atau hanya 2, 1 atau L (low) tergantung produsen mobilnya, kadang ada juga code S (sport).

Angka 1 atau L (low), diperuntukkan untuk jalan menanjak curam atau ekstrem, pasalnya pada posisi ini transmisi akan mengunci di gigi 1, sedangkan angka 2 menandakan gigi yang beroperasi adalah 1 dan 2.

Sebaiknya pengendara tahu torsi maksimum mesin mobilnya dicapai pada putaran berapa, umumnya torsi maksimum mesin mobil dicapai pada putaran 3.500 - 4000 RPM, oleh karenanya menjaga putaran mesin pada angka tersebut adalah cara terbaik yang harus dilakukan saat menanjak (hal ini juga berlaku pada transmisi manual) .

Posisi tuas transmisi di D (drive) dengan overdrive off : berarti transmisi bekerja pada posisi gigi 1, 2 dan 3 (berlaku untuk transmisi matik 4 speed).

Posisi tuas transmisi di D (drive) dengan overdrive on (ditandai dengan matinya indikator O/D di dasboard) : berarti seluruh perbandingan gigi transmisi (1, 2, 3, dan 4) digunakan secara otomatis (berlaku untuk transmisi matik 4 speed).

OVER DRIVE

Perlu diaktifkan pada kecepatan tinggi, fungsinya mirip dengan gigi 5 atau gigi yang tertinggi pada transmisi manual, dengan aktifnya O/D mesin tidak meraung pada putaran tinggi untuk mencapai top speed.

Untuk mendapatkan efek engine brake di jalan menurun atau untuk memperoleh akselari yang baik saat hendak menyalip/mendahului dapat dilakukan dengan :

1. Jika sebelumnya over drive on maka perlu dinonaktifkan dengan menekan tombol O/D sehingga over drive off;

2. Jika sebelumnya over drive off maka pindahkan tuas transmisi ke posisi angka 2 dengan demikian akselerasi yang dihasilkan akan lebih baik atau jika untuk deselerasi pada jalan menurun akan memberikan efek engine brake yang lebih baik;

3. Untuk jalan dengan turunan yang sangat curam, tuas dapat dipindah ke angka 1;

4. Angka 2 dan 1 juga dapat digunakan pada saat mobil memerlukan tenaga besar tetapi tetap melaju perlahan misalnya di jalan tanah atau agak berlumpur;

5. Disamping cara diatas, untuk mendahului bisa juga dilakukan dengan melakukan kickdown pada pedal akselerator yaitu dengan menekan habis pedal gas dalam-dalam pada saat putaran mesin menurun, dengan demikian gigi persneling akan turun dan putaran mesin naik kembali sehingga dapat berakselerasi dengan baik. Fungsi kickdown adalah untuk memindahkan gigi satu tingkat lebih rendah ketika pedal akselerator ditekan habis, hal ini mirip dengan menurunkan perseneling pada gigi satu tingkat lebih rendah pada transmisi manual untuk mendapatkan tenaga yang lebih besar.

FITUR –FITUR TRANSMISI MATIK

Saat ini transmisi matik sudah berkembang sedemikian maju dengan diaplikasikannya fitur-fitur penunjang seperti :

1. MODE MANUAL

Teknologi pada transmisi matik dimana perpindahan gigi dapat dilakukan secara manual atau sekuensial, beberapa produsen memberikan istilah Sequentronic, Shiftronic, Steptronic, Tiptronic atau Geartronic (misal pada produk Swedia All New Volvo S80 dengan transmisi otomatis 6-speed Geartronic). Dengan sistem ini pengendara dapat memindah-mindahkan gigi transmisi secara lebih akurat sesuai kebutuhan mesin dengan memanfaatkan puncak tenaga atau torsi mesin yang diinginkan.

Sistem ini bisa diaktifkan dengan menggerakkan tuas transmisi/persneling kedepan – kebelakang atau kekanan – kekiri atau bisa juga berupa menekan tombol yang ada di stir (padlesift) yang ditandai dengan plus (+) untuk menaikkan gigi dan minus (-) untuk menurunkan gigi. Pada saat mobil melaju dijalan lurus, tanjakan atau turunan pengendara tinggal memindahkan persneling ke posisi manual, atau menekan tuas/tombol di stir untuk mengaktifkan fitur ini (tiptronic).

Saat fitur ini diaktifkan maka indikator di dasboard yang tadinya menunjukkan huruf D (drive) akan berubah menjadi angka 5, 4, 3, 2, atau 1 untuk menunjukkan pada gigi berapa mobil sedang melaju, pengendara tinggal menaikkan (tekan plus (+)) atau menurunkan (tekan minus (-)), dengan demikian kendaraan bisa lari sprint sesuai dengan keinginan.

User tidak usah takut putaran mesin akan melampaui batas red line pada indikator RPM, oleh karena produsen telah menerapkan batas toleransinya, jadi walaupun dilakukan secara manual sistem akan menerapkan perpindahan gigi secara otomatis ketika putaran mesin sampai pada batas toleransi, tujuannya tidak lain adalah untuk safety dan bila mobil terpaksa harus berhenti mendadak sementara pengendara belum sempat menurunkan gigi persneling maka tugas tersebut secara otomatis akan diambil alih oleh sistem yang secara otomatis pula memindah gigi transmisi ke angka 1 ketika mobil sempat berhenti .

2. SHIFT LOCK RELEASE (SLR)

Dulu mobil dengan transmisi otomatik tidak bisa didorong maju atau mundur saat parkir sejajar dibelakang mobil yang parkir vertikal, karena biasanya petugas parkir akan minta persneling di netralkan dan hand brake dinonaktifkan agar mobil bisa digeser-geser, pengguna transmisi matik waktu itu sering harus keliling –keliling mencari tempat parkir, mengingat teknologinya belum mengadopsi fitur SLR jadi kunci kontak tidak bisa dicabut selama tuas tidak diposisi P (park) sementara jika tuas diposisi ini dan kunci dicabut maka tuas tidak bisa digeser-geser lagi dan mobilpun otomatis terkunci dan tidak bisa digeser/didorong (lha bikin bingung petugas parkir kan saat mobil lain yang terhalang mau keluar).

Dengan fitur SLR permasalahan tersebut kini teratasi, fitur ini dapat diaktifkan dengan menekan tombol, tuas atau memasukkan anak kunci kelubang SLR yang tersedia, dengan diaktifkannya fitur ini maka tuas persnelingpun dapat digeser ke N (netral) saat kunci kontak sudah dicabut.

3. MODE SPORT (S)

Beberapa mobil dengan transmisi matik mengadopsi fitur ini , dimana jika diaktifkan transmisi akan mempertahankan posisi gigi lebih lama dari biasanya, misalnya perpindahan gigi yang biasanya pada posisi normal berlangsung secara otomatis pada putaran mesin sekitar 2000 RPM maka dengan mengaktifkan mode sport (S) ini perpindahan gigi baru akan terjadi pada putaran mesin yang lebih tinggi, efek yang diperoleh adalah rentang tenaga akan terjaga, demikian juga efek engine brake akan lebih terasa.

4. ELECTRONIC CONTROL TRANSMISSION (ETC)

Adalah fitur trasmisi matik dimana dalam sitem transmisi tersebut selain mengandalkan mekanisme hidraulic juga mengandalkan sensor-sensor yang bertugas memberikan masukan ke ECU kapan saat yang tepat untuk pindah gigi (gear) sesuai dengan beban mesin, kalau ditransmisi matik tanpa ETC perpindahan gigi hanya berdasarkan putaran mesin saja maka dengan ETC transmisi dapat membaca tenaga yang dibutuhan misalnya menanjak, meluncur diturunan atau berakselerasi, kemampuan ini diperoleh dengan bantuan sensor-sensor yang terhubung dengan ECU (Electronic Control Unit).

Tombol ETC difungsikan untuk memilih program yang ada pada sistem biasanya dengan istilah Normal dan Power, jika difungsikan (di on kan) maka sistem berada pada posisi Power dan efek yang dirasakan oleh pengendara adalah akselesarasi yang semakin baik, karena fungsi dari sistem ini menjaga transmisi agar pindah gigi pada putaran mesin yang lebih tinggi dari normalnya supaya power mesin menjadi maksimal. (Untuk jelasnya fungsinya mirip seperti mode sport).

5 . AUTOSHIFT (A)

Autoshift adalah fitur berupa tombol pada transmisi matik yang akan diaktifkan jika pengendara tidak mau direpotkan dengan sistem tiptronic (mode manual), maka dengan satu sentuhan lembut pada tombol ini saat itulah kendaraan, baru benar-benar beroperasi secara full matic.

( DIRANGKUM DARI BERBAGAI SUMBER, PENULIS SERING MENGGUNAKAN MOBIL DENGAN TRANSMISI MATIK DALAM RENTANG PERJALANAN YANG PANJANG DENGAN KONDISI JALAN BERAGAM, PENULIS DENGAN SENANG HATI AKAN MENERIMA KRITIK MAUPUN SARAN DEMI MEMBERIKAN MASUKAN YANG BERGUNA BAGI PEMBACA ARTIKEL INI ).

Entry Filed under: OTOMOTIF, TRANSMISI, Uncategorized

7 Comments Add your own

  • 1. wisudantara  |  Selasa, 1 April 2008 at 1:29 pm

    ini dia pamungkas milik om silverarrow… ulasannya sangat-sangat informatif dan menggigit, meskipun saya belum pernah mencoba transmisi otomatic, mudah-mudahan bisa jadi wacana awal untuk saya nih.. terus berkarya Pak mBolo!!

  • 2. anangprihandoko  |  Selasa, 1 April 2008 at 8:37 pm

    Wah sugeng rawuh mas, senang sekali mas Antara mau mampir lagi di blog ini, iya nih mas saya coba-coba buat artikel tentang transmisi otomatik untuk latihan menulis dan mudah-mudahan juga bermanfaat.

  • 3. adel  |  Jumat, 4 April 2008 at 10:51 am

    Mantap sekali ulasan transmisi artikel yang ditulis pak anang. Sepintas dari artikel tersebut pak anang betul2 menguasai mobil bertransmisi otomatik.Mungkin dari tulisan di atas pak anang bisa memberikan pencerahan dimana ada dijual satu set trasmisi otomatik (kalo bisa yang second. Mobil saya ada trasmisi otomatik, kalo untuk pertama start (masuk drive) mobil ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk jalan, tp pada saat udah jalan tidak ada masalah lagi lancar seperti awal-awal mobil ini masih baru. thanks pak anang.

  • 4. anangprihandoko  |  Jumat, 4 April 2008 at 6:16 pm

    Omak jaaang… baunya kok kayak diposting dari asrama haji Medan ini, oke terima kasih mbak Adel sudah berkenan mampir, walah mbak Adel kalau mobil matik butuh 1 jam untuk drive wah ya repot betul, atau 1 menit maksudnya, indikator kerusakan yang paling sering dijumpai adalah adanya jeda pada transmisi matik saat diaktifkan biasanya kalau mau maju, hal ini paling sering disebabkan oleh ausnya gigi forward atau karena berkurangnya tekanan oli karena filter oli tidak bekerja maksimal sebelum kebengkel coba cek dulu bagian ini….X ye..he..he..

  • 5. wali  |  Minggu, 6 April 2008 at 10:53 am

    ck..ck..ck.. ini yg ditunggu2 dr seorang ANANG SANG PENCINTA OTOMOTIF..hehehe. mkasi mas infonya, dtmbah trus yaaaaaaa…;)

  • 6. anangprihandoko  |  Senin, 7 April 2008 at 7:16 am

    Terima kasih juga mas Wali berkenan mampir lagi di blog ini, iya mas wali disamping untuk latihan nulis, rencananya blog ini juga sebagai tempat menyimpan resume apa saja yang berkaitan dengan otomotif.

  • 7. iya  |  Kamis, 16 Oktober 2008 at 2:10 pm

    hmm..P’anang,sy baru nemu n baca blog-nya, keisengan yg berbuah ilmu,Alhamdulillah..isi blognya bagus, slama ini ingin tau banyak tntg mbil matic ga teu mau nyari info dmana,tnya tman juga jawabnya meragukan, kmarin itu pernah mati di lampu merah,weleh2.smpai keringat dngin krna ga mau hidup2 lagi,n ada beberapa pengalaman krg myenangkan krn kurang pemahaman(taunya teh makai aj!),smpai2 sy rada phobia bwa mbil kl tdak mudharat sekali,stelah mmbaca article bapak,sy jadi pnya pengetahuan ttg sebab2 “maunya mobil”..yaa..trnyata mobil jg ingin dimengerti yaa,Pak? ^_^


Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

 

Maret 2008
S S R K J S M
     
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Kategori

Halaman

Blogroll